Pembelajaran Loose Part
Pengertian Loose Part
Loose part merupakan media material lepas yang dapat dimanipulasi oleh anak. Mereka dapat menggunakan loose part dengan cara dipasang, dilepaskan, digabungkan, didesain ulang, dipisahkan, direpresentasikan visual sebagai hasil imajinasi maupun dimasukkan ke dalam pola. Anak-anak didorong untuk mengeksplorasi, menemukan, menciptakan, bertanya, bereksperimen dan bermain. Mereka membangun keterampilan dalam lingkungan belajar yang mendukung.
Manfaat Loose Part
Manfaat pembelajaran yang menggunakan loose part yaitu
1) Mengembangkan Keterampilan Motorik
Ketika anak-anak memegang dan mengambil benda kecil, mereka menggunakan otot-otot jari dan tangan. Begitu pula ketika memindahkan dan memanipulasi material ke tempatnya. (Motorik halus)
Otot anak juga digunakan saat mengangkat, menarik, mendorong, dan membawa loose part yang lebih berat ke posisi yang diinginkan. (Motorik kasar)
2) Mengembangkan Kecerdasan (Kognitif)
Ketika bermain anak-anak akan menggunakan keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, berpikir abstrak dan mengeksplorasi dengan mencoba-coba.
3) Mengasah Kreativitas
Mereka akan menggunakan keterampilan merancang dan inovasi. Anak didorong untuk berpikir di luar situasi normal dan menemukan cara kreatif dan berbeda untuk menghasilkan suatu karya. Kreativitas ini dapat mengarah pada penemuan
4) Pengembangan Keterampilan Sosial
Anak berinteraksi dengan teman-temannya dalam merancang suatu produk. Mereka dapat saling berkomunikasi dan bekerja sama satu sama lain. Rasa canggung akan hilang seiring berjalannya waktu. Kebiasaan berkarya dengan orang lain akan memudahkan mereka bekerja dalam tim di masa depan.
Sejarah Loose Part
Cara Menggunakan Loose Part
- anak menjadikan ban bekas sebagai tempat duduknya.
- anak menyusun beberapa kardus bekas menjadi rumah sederhana
- anak menggunakan ranting pohon dan kain sebagai tempat berteduh